Siswi SMK PP N Padang Mengatas terpilih mewakili provinsi Sumatera Barat dalam ajang lomba LKSN SMK KE-29 Tahun 2021 dalam bidang Livestock Technology

Apa itu Lomba Kompetensi Siswa (LKS)?
Lomba Kompetensi Siswa adalah kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang SMK sesuai bidang keahlian yang diajarkan pada SMK peserta. LKS ini setara dengan OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang diadakan di SMP/SMA. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada kompetisi keahlian tingkat internasional. Pemenang LKS tingkat Nasional akan mewakili Indonesia ke ASEAN Skills (Kompetisi Keahlian tingkat ASEAN), Worldskills Asia Competition (Kompetisi Keahlian tingkat Asia) dan World Skills International Competition (Kompetisi Keahlian tingkat Dunia). Siswa yang mengikuti LKS adalah siswa terbaik dari provinsinya yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. Kegiatan ini adalah untuk mendorong semangat berprestasi peserta didik SMK yang diadakan setiap tahun dan sebagai upaya mempromosikan lulusan SMK kepada dunia usaha/dunia industri serta pemangku kepentingan lainnya.

LKSN dilaksanakan dari tanggal 24 Oktober s.d 29 Oktober 2021 yang diikuti oleh seluruh SMK di seluruh provinsi di Indonesia, yang mana dilaksanakan secara Daring melalui media Zoom, lomba dibagi dalam beberapa tahap, diantaranya : uji teori, uji praktek dan uji presentasi.

Siti Jubaida kelas XI Program Studi Agribisnis Ternak Unggas adalah salah seorang siswi dari SMK PP N Padang Mengatas yang terpilih untuk mengikuti ajang lomba tingkat ini. Selama 2 bulan penuh Siti dan team mempersiapkan diri sebelum kegiatan lomba, mulai dari penguasaan teori, praktek, presentasi dan uji coba inovasi teknologi peternakan yang dirancang.

Tiba saatnya kegiatan lomba dilaksanakan, dari awal hingga akhir, Siti mampu menjalani serangkaian kegiatan lomba dengan baik tanpa kendala apapun.
Inovasi teknologi peternakan yang dibawakan oleh Siti dalam ajang lomba ini adalah “Inkubator MPT”, yang mana inovasi ini menjadi unggulan dan mendapat respon yang sangat positif sekali oleh dewan juri dalam presentasi nya. Hasil percobaan yang dilakukan oleh Siti dan Team diperoleh daya tetas telur ayam 87%, dimana dari 90 butir telur yang fertil, mesin tetas ini mampu menetaskan DOC sebanyak 78 ekor.

MPT adalah singkatan dari Mudah, Praktis, Terjangkau

Menurut Siti, “Inkubator MPT” adalah inovasi mesin tetas telur yang sangat membantu bagi para peternak rakyat, karena alat ini mampu menetaskan telur unggas (ayam/itik/puyuh), belum lagi keunggulan dalam hal perakitan nya yang sangat mudah, pengoperasian yang gampang, hemat listrik dan 80% menggunakan bahan limbah, sehingga tentunya ramah kantong, untuk kapasitas 100 butir cukup bermodalkan Rp. 100.000 dengan daya listrik 10 Watt.
Siti berharap, dengan hadirnya inovasi mesin tetas ini, dapat meningkatkan daya tetas telur unggas, mempercepat proses budidaya dan menunjang program kementerian pertanian dalam hal pengembangan ayam KUB, sehingga rakyat bisa memenuhi kebutuhan hewani, menjual DOC / daging ayam, alhasil taraf ekonomi peternak rakyat (kecil) menjadi meningkat.

Motto:
MERDEKA BELAJAR
MERDEKA PANGAN
MERDEKA EKONOMI
JAYALAH INDONESIA