MARGOPOST.COM | Bogor – Upaya regenerasi petugas lapangan reproduksi yang berkelanjutan diperkuat dengan pembangunan karakter generasi muda peternakan yang profesional, jujur, mandiri, kompetitif, berorientasi IPTEK. Hal ini dapat dicapai melalui pelatihan di bidang reproduksi ruminansia besar berdasarkan tingkatan level yang dilanjutkan dengan uji kompetensi sertifikasi profesi. Selain itu penguatan kelembagaan IKINNDO juga diperlukan dalam rangka memupuk jiwa kewirausahaan bagi generasi muda reproduksi ruminansia besar dan mengembangkan jejaring kemitraan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
“Regenerasi muda peternakan tak bisa hanya dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP tetapi harus dilakukan secara sinergis dan bersama-sama oleh berbagai pihak, dalam hal ini memiliki peran krusial dalam pembangunan peternakan dengan menghasilkan kompetensi yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi reproduksi untuk memperbaiki kualitas hidup petugas,” menurut Widyaiswara BBPKH, drh. Sri Teguh Waluyo, MP., Kamis (20/06/2019)
Balai-balai pelatihan teknis harus memiliki daya respon yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memecahkan masalah-masalah kuantitatif maupun kualitatif gangguan reproduksi di lapangan.
“Rebranding profesi petugas harus dilakukan. Petugas harus kompeten bidang reproduksi secara detail dan penguasaan teknik penyuluhan guna memberikan informasi kepada peternak secara jelas tentang performen ternaknya.
Untuk mewujudkan Wirausaha jasa peternakan generasi millenial dilakukan penumbuhan Wirausaha Muda Jasa Peternakan melalui sinergi dengan dinas-dinas terkait yang bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang peternakan. “Generasi muda harus menjadi wirausahawan, jangan berpenghasilan tetap tapi tetap berpenghasilan”, tegas Sri Teguh Waluyo.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan wirausaha muda milenial jasa peternakan yang kreatif dan inovatif sebagai pelaku pembangunan peternakan melalui sapi indukkan wajib bunting (Siwab) serta menarik minat generasi muda milenial untuk melanjutkan pelatihan dr level Inseminator ke level Pemeriksa kebuntingan berbasis vokasi,” tutupnya.